Pengamat sosial politik Imam B Prasodjo menyatakan bahwa meskipun masyarakat Indonesia dewasa ini mengalami 'deficit of trust' dalam segala level, setiap individu pemimpin harus senantiasa berusaha menciptakan island of integrity mulai dari hal-hal sederhana.
Problem saat ini yang terjadi di republik kita adalah adanya ketidakjujuran sistemik, seperti mencontek, main anggaran, dan segala bentuk korupsi berjamaah lainnya.
“Apa yang kita harus lakukan we have to develop an island of integrity. Ayo kita bangun barisan orang-orang yang beintegritas, saling mengingatkan. Jadikan mereka bagian dari hidup anda. Mari kita bangun island of integrity mulai dari hal kecil di setiap daerah untuk bangun indonesia yang lebih baik,” ungkap Imam dalam sesi diskusi bertajuk Membangun Kapasitas dan Karakter Pemimpin Bangsa di Masa Depan dalam program kepemimpinan calon penerima beasiswa LPDP baru-baru ini.
“Sudah waktunya generasi muda mengambil alih kepemimpinan Indonesia yang sekarang didominasi oleh yang generasi lama.
Trust deficit merupakan sebuah situasi yang sedang dialami negeri ini. Siapa itu pejabat? Tidak semua pemimpin itu jadi pejabat. Tidak semua pejabat itu pemimpin. Para pejabat sekarang ini mengalami devaluasi kepercayaan. Menteri, gubernur, presiden, ini orang ngomong bisa dipercaya tidak?
Problem saat ini yang terjadi di republik kita adalah adanya ketidakjujuran sistemik, seperti mencontek, main anggaran, dan segala bentuk korupsi berjamaah lainnya.
“Apa yang kita harus lakukan we have to develop an island of integrity. Ayo kita bangun barisan orang-orang yang beintegritas, saling mengingatkan. Jadikan mereka bagian dari hidup anda. Mari kita bangun island of integrity mulai dari hal kecil di setiap daerah untuk bangun indonesia yang lebih baik,” ungkap Imam dalam sesi diskusi bertajuk Membangun Kapasitas dan Karakter Pemimpin Bangsa di Masa Depan dalam program kepemimpinan calon penerima beasiswa LPDP baru-baru ini.
“Sudah waktunya generasi muda mengambil alih kepemimpinan Indonesia yang sekarang didominasi oleh yang generasi lama.
Trust deficit merupakan sebuah situasi yang sedang dialami negeri ini. Siapa itu pejabat? Tidak semua pemimpin itu jadi pejabat. Tidak semua pejabat itu pemimpin. Para pejabat sekarang ini mengalami devaluasi kepercayaan. Menteri, gubernur, presiden, ini orang ngomong bisa dipercaya tidak?
Apa syaratnya untuk dapat dipercaya oleh masyarakat/publik? Ternyata benang merahnya untuk bisa dipercaya, adalah memiliki karakter dan kapasitas. Keduanya, harus berdampingan ada.
Kenapa mutlak harus ada? Karena karakter adalah yang menentukan sebuah tindakan. Sedangkan kapasitas adalah skills yang membuat orang mampu membuat tindakan.
Kenapa mutlak harus ada? Karena karakter adalah yang menentukan sebuah tindakan. Sedangkan kapasitas adalah skills yang membuat orang mampu membuat tindakan.
Misalnya, menemukan dompet dengan isi uang. Kapasitas adalah kemauan untuk menghitung berapa nilai uang yang ada di dalam dompet yang ditemukan.
Yang mengkuatirkan adalah bangsa ini terlalu mengutamakan keterampilan, kapasitas dan pengetahuan, tapi bukan karakter. Kepandaian otak harus digabung dengan kepandaian hati.
Yang mengkuatirkan adalah bangsa ini terlalu mengutamakan keterampilan, kapasitas dan pengetahuan, tapi bukan karakter. Kepandaian otak harus digabung dengan kepandaian hati.
Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, begitulah yang dinyatakan dalam syair Indonesia Raya.
Beberapa konsep kunci: Pemimpin, capacity building, character building, bangsa, masa mendatang.
Beberapa konsep kunci: Pemimpin, capacity building, character building, bangsa, masa mendatang.
Pemimpin itu adalah seseorang yang mampu menggerakkan orang lain, melakukan kegiatan terencana, dengan visi perubahan nyata, ke arah kehidupan bersama, tanpa cara-cara pemaksaan. Tidak semua pejabat punya visi ke depan, planning terencana yang menuju ke arah kebaikan bersama.
“Untuk memulai hal ini, paling tidak, anda bisa memimpin diri sendiri dahulu.”
Kepemimpinan mengacu pada upaya menggerakan orang lain untuk ikut serta melakukan kegiatan bersama sesuai dengan tujuan dan cara yang memiliki kegunaan nyata.
“Anyone can steer the ship but it takes a leader to chart (memetakan) the course.”
Salah satu syarat penting kepemimpinan: harus visioner. Leaders berbeda dari managers, dan administrators. Jangan menjadi pemimpin yang utopis tapi realistis.
Yang terjadi di indonesian adalah kebanyakan orang ramai-ramai rebutan jabatan. Pemimpin genuine, punya jabatan atau tidak, dia akan tetap punya magnet, di-respect, dan setiap ucapannya akan didengar, karena selalu bermakna.
Pemimpin palsu banyak ngomong, mungkin statementnya bagus, tapi palsu. Makanya dari itu “The right message harus keluar dari the good messenger.
Yang terjadi di indonesian adalah kebanyakan orang ramai-ramai rebutan jabatan. Pemimpin genuine, punya jabatan atau tidak, dia akan tetap punya magnet, di-respect, dan setiap ucapannya akan didengar, karena selalu bermakna.
Pemimpin palsu banyak ngomong, mungkin statementnya bagus, tapi palsu. Makanya dari itu “The right message harus keluar dari the good messenger.
Sebagai pemimpin, antara yang anda lakukan dengan yg anda katakan, jangan terlalu jauh menyimpang. Menjadi pemimpin bangsa, be consistent dalam track record anda.
Indonesia as a multicultural nation state. More than 700 ethic groups. Etnis, race, religion, class.
Kita ini bukan seperti Jepang yang masyarakatnya relatif homogen. Ataupun Korea. Bahkan Spore pun dibanding Indonesia bukan apa-apa dalam hal keragaman.
Modern nation state, yang pemimpinnya dipilih secara demokratis bukan turun temurun. Indonesia itu selalu dalam proses menjadi. Jangan bermain dengan rasa keindonesiaan. Ethnonationalism itu berpotensi menumbuhkan separatisme.
Rasa kebangsaaan? Tanpa ini, anda akan menjadi pemimpin lokal yang hanya ingin membuat negara baru. Menyatukan semua ini tidak dengan paksa. Kalo negara ini tidak memperlakukan sebaik-baiknya warga negara, lama kelamaan akan timbul pertanyaan: Ini negara ada gak sih? Kalo pimpinan yang paling atas tidak memahami adanya keragaman ini. Mereka akan kembali hanya pada nasionalisme lokal.
Indonesia as a multicultural nation state. More than 700 ethic groups. Etnis, race, religion, class.
Kita ini bukan seperti Jepang yang masyarakatnya relatif homogen. Ataupun Korea. Bahkan Spore pun dibanding Indonesia bukan apa-apa dalam hal keragaman.
Modern nation state, yang pemimpinnya dipilih secara demokratis bukan turun temurun. Indonesia itu selalu dalam proses menjadi. Jangan bermain dengan rasa keindonesiaan. Ethnonationalism itu berpotensi menumbuhkan separatisme.
Rasa kebangsaaan? Tanpa ini, anda akan menjadi pemimpin lokal yang hanya ingin membuat negara baru. Menyatukan semua ini tidak dengan paksa. Kalo negara ini tidak memperlakukan sebaik-baiknya warga negara, lama kelamaan akan timbul pertanyaan: Ini negara ada gak sih? Kalo pimpinan yang paling atas tidak memahami adanya keragaman ini. Mereka akan kembali hanya pada nasionalisme lokal.
Fenomena Jokowi, kenapa orang begitu cinta dengan pribadi ini? Karena sosoknya mengundang public trust. Berempatilah, membayangkan when you're in their shoes. Empathy is not the same with simpathy.
Politik pencitraan. Setiap kali kita mau melakukan, coba diintrospeksi dulu, Kalo anda orangnya ikhlas tujuannya jelas, jaim itu tidak mungkin ada. Belajar berempati pada orang yang paling termajinalkan. Dengarkan mereka. Enjoy berdialog dengan mereka. Berbahagialah bahwa anda bisa melakukan perubahan untuk even satu orang saja. Keluar dari ruangan ini, pilih satu saja, hal kecil yg bisa anda lakukan dalam waktu dekat, liat bagaimana efeknya pada orang yang tersentuh. Kalo anda jadi pimpinan partai tidak perlu pakai iklan, tapi kalo orang lihat track record, itu sudah menjadi iklan tersendiri. Niatkan hati try todo your best. Jangan karitatif. Jangan snapshot. Misalnya, datangi dan lakukan sesuatu yang merubah hidup seseorang, bukan ujug-ujug kasih duit.
Jadi, pertanyaan kunci:
Politik pencitraan. Setiap kali kita mau melakukan, coba diintrospeksi dulu, Kalo anda orangnya ikhlas tujuannya jelas, jaim itu tidak mungkin ada. Belajar berempati pada orang yang paling termajinalkan. Dengarkan mereka. Enjoy berdialog dengan mereka. Berbahagialah bahwa anda bisa melakukan perubahan untuk even satu orang saja. Keluar dari ruangan ini, pilih satu saja, hal kecil yg bisa anda lakukan dalam waktu dekat, liat bagaimana efeknya pada orang yang tersentuh. Kalo anda jadi pimpinan partai tidak perlu pakai iklan, tapi kalo orang lihat track record, itu sudah menjadi iklan tersendiri. Niatkan hati try todo your best. Jangan karitatif. Jangan snapshot. Misalnya, datangi dan lakukan sesuatu yang merubah hidup seseorang, bukan ujug-ujug kasih duit.
Jadi, pertanyaan kunci:
Kapasitas apa yang dibutuhkan untuk pemimpin mendatang?
Karakter seperti apa?
Apa tantangan global?
Apa tantangan nasional?
Bangsa ini harus diupdate terus, in terms of human resources development dan organizational development. Institutional capacity building, two levels: Institutional capacity building and personal capacity building.
Tantangan saat ini: Makin tinggi tingkat pendidikan, makin rendah kemandirian, dan semangat kewirausahaan. Jangan kasih kail, tapi tumbuhkan industrynya. Melatih manajemen, packaging. Kita ini kekurangan social capital. Jika kita berhimpun untuk sebuah misi dan visi kebangsaan.
Utamakan civic nationalism, not regional nationalism or ethnic nationalism yang bisa memicu separatisme. Be proud with your race, but interact in harmony with others.
Tantangan saat ini: Makin tinggi tingkat pendidikan, makin rendah kemandirian, dan semangat kewirausahaan. Jangan kasih kail, tapi tumbuhkan industrynya. Melatih manajemen, packaging. Kita ini kekurangan social capital. Jika kita berhimpun untuk sebuah misi dan visi kebangsaan.
Utamakan civic nationalism, not regional nationalism or ethnic nationalism yang bisa memicu separatisme. Be proud with your race, but interact in harmony with others.
No comments:
Post a Comment