Lebih dari 90 persen presentasi
disajikan dengan buruk, karena kurangnya persiapan materi presentasi secara
detail, ungkap penulis buku ‘Presentation with Impact’ Teddy J. Sitepu dalam
workshop presentasi baru-baru ini.
Apa sih presentasi? Penyajian. Bisa dalam hal ide, makanan, cara berpakaian, dll.
Presentation is the act of introducing via speech and various additional means, new information to an audience. (wikipedia).
Karena 50 persen orang (audience) lebih mudah menangkap secara audio, dan 50 persen lagi, secara visual, maka presentasi yang mencakup keduanya (audio-visual) dengan menggunakan slide Powerpoint sangat disarankan untuk membantu menyukseskan penyampaian ide kepada orang lain.
“Memberi presentasi itu similar to giving a present, jadi harus bisa menghibur dan mencerahkan,” kata Teddy.
“Presentasi yang baik menunjukkan bagaimana kita berpikir dan apa yang kita pikirkan, yang idealnya harus: Runut. Gamblang. Jelas. Sistematis.”
“Siapkan presentasi tahap demi tahap. Rancang menit demi menitnya.”
Manusia lebih mudah memahami dengan cerita. Rumus dicernakan dalam bahasa cerita. Karena otak kita tidak bekerja secara mekanis, namun secara organism, jadi lebih mudah menyerap cerita.
Mengapa sebuah presentasi bisa menjadi buruk? Pertama, karena tanpa konsep. Tidak jelas tujuannya untuk apa? apakah melaporkan, memberi argumentasi, atau menghibur. Kedua, karena terlalu banyak muatan dalam slide, ornamen dan warna. Perlu diingat, bahwa design itu untuk perkuat makna bukan untuk dekorasi. Ketiga, terlalu banyak data. Keempat, karena presentasi dibuat tanpa jiwa alias asal jadi.
Apa sih presentasi? Penyajian. Bisa dalam hal ide, makanan, cara berpakaian, dll.
Presentation is the act of introducing via speech and various additional means, new information to an audience. (wikipedia).
Karena 50 persen orang (audience) lebih mudah menangkap secara audio, dan 50 persen lagi, secara visual, maka presentasi yang mencakup keduanya (audio-visual) dengan menggunakan slide Powerpoint sangat disarankan untuk membantu menyukseskan penyampaian ide kepada orang lain.
“Memberi presentasi itu similar to giving a present, jadi harus bisa menghibur dan mencerahkan,” kata Teddy.
“Presentasi yang baik menunjukkan bagaimana kita berpikir dan apa yang kita pikirkan, yang idealnya harus: Runut. Gamblang. Jelas. Sistematis.”
“Siapkan presentasi tahap demi tahap. Rancang menit demi menitnya.”
Manusia lebih mudah memahami dengan cerita. Rumus dicernakan dalam bahasa cerita. Karena otak kita tidak bekerja secara mekanis, namun secara organism, jadi lebih mudah menyerap cerita.
Mengapa sebuah presentasi bisa menjadi buruk? Pertama, karena tanpa konsep. Tidak jelas tujuannya untuk apa? apakah melaporkan, memberi argumentasi, atau menghibur. Kedua, karena terlalu banyak muatan dalam slide, ornamen dan warna. Perlu diingat, bahwa design itu untuk perkuat makna bukan untuk dekorasi. Ketiga, terlalu banyak data. Keempat, karena presentasi dibuat tanpa jiwa alias asal jadi.
Komponen presentasi yang efektif: 1. Yang
paling penting dalam presentasi adalah ‘Yourself’. (the presenter). 2. Adanya Interaksi:
eye contact dengan audience. 3. Apakah maknanya sampai ke audience? 4. Media yang dipakai mendukung.
Beberapa sinyal dari audience yang menandakan, anda membuat presentasi yang buruk: penonton bingung, sibuk sendiri dan mengantuk.
Apa impact yang diharapkan dari sebuah presentasi?
Beberapa sinyal dari audience yang menandakan, anda membuat presentasi yang buruk: penonton bingung, sibuk sendiri dan mengantuk.
Apa impact yang diharapkan dari sebuah presentasi?
Impressive. Mampu menarik perhatian
audiens di menit pertama
Powerful. Presentasi harus memiliki
energi positif. Harus bisa membangun atensi penonton
Actual. Menunjukkan pengetahuan terkini
dan relevan dengan audience.
Trustworthy. Berikan data, pendapat,
kesimpulan, usulan dan saran.
No comments:
Post a Comment